Bloody Prologue

A blog from ironic and pathetic girls who just want the genuine truth of the world. No more lies! Keep Hip Hop and Rock n Roll!
Tampilkan postingan dengan label CURHAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CURHAT. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Februari 2011

Derita Habis Bulan

My pretty bad lists of the end of the month :
1. Laper, yang ujung2nya bikin bete dan marah.
2. Bawaannya emosian, bahkan abang gue sendiri kena semprot gara2 gak ada duit.
3. Banyak pikiran soal barang2 yg udah habis
4. Pengen nyolong salah, mau gak makan salah. Jadi apa yang harus gue lakuin?
5. Gak mood aja, perasaan negatif selalu menghantui.
6. Nghitungin duit dengan perasaan was-was campur putus asa. (jelaslah duitnya gak ada, hehehe)
7. Mau ngocol sengocol2nya sampe2 orang marah dan pengen gebukin gue.
8. Emmmh, a taste of Mary Jane, I miss it! No money to buy you!
9. Pikiran kacau karena banyak perencanaan yg gak sesuai target.
10. Stress berkepanjangan akibat hal2 tsb di atas! Huah, sumpah bikin sumpek dada aja.

Ujung2nya, nanti menjelang akhir bulan, gue bilang, "Ma/Pa, tolong kasih gue duit dong, rencana keuangan meleset lagi. Jadi, ada defisit di balance sheet gue. Gak ada duit buat makan ney!" Itu mah secara garis besarnya yah. Yang aslinya mah gue ngomong 2x lebih sopan daripada ini.

Nah, buat melepas stress karena krisis moneter akhir bulan, dirancanglah beberapa trik. Tapi nanti dulu, gue bakal jelasin pas 2 tahun lagi kenapa gue bisa bertahan seperti ini.

Rabu, 30 Juni 2010

Coba Kau Bayangkan, UI!

Bolehkah aku menuangkan sedikit akal sehatku yang sudah diseroboti oleh roh2 jahat yang merongrong tubuhku tanpa ampun? Tanpa menyakiti hati siapa2, bahkan sebuah institusi ternama di Indonesia, universitas terbaik pula di Indonesia,
Begitu lemahnya aku sampai2 aku harus memikirkan banyak hal yang orang bisa lakukan sedangkan aku tidak karena keterbatasanku. Tahukah apa itu? Yaitu tugas dari OKK UI 2010 yang aku rasakan sangat berat karena kurangnya anggota kelompok sampai sekarang.
And then, ada yang lain. Panitia OKK UI gak mikir kalo habis daftar ulang, semua maba udah pulang, mana belum sempat dekat lebih jauh dan bertukar nomor handphone walaupun mereka udah dikasih tahu tentang orientasi yang bakal mereka lakukan.
Sekarang ada tugas bikin essay dan proposal project. Bujubune, ane gak tahu gan gimana cara ngerjainnya. Apalagi aku anak daerah dan yang lainnya saling berjauhan, gimana mau tugas kelompok coba kalo kita gak saling bertemu dan membahas tugas yang diberikan UI kepada kami. Masa kami harus melimpahkan semua tugas2nya kepada ketua kelompok dan mengerjakan tugas by phone, chatting, dan email sih? Yang bener aja bro, aku gak sanggup kalo harus kayak gitu. Mesti bertatap muka langsung dengan temen2, baru bisa kerjain dengan sepenuh hati dan lancar sempurna.
Terus tugasnya harus dikumpulin dengan prosedur yang aku rasa cukup aneh dan mempersulit siswa. Kenapa? Aku gak ngumpul tugas, tapi mesti ikut yang lain untuk ngumpulin tugas dengan cara mengikuti clue-clue yang sudah disediakan pihak panitia OKK UI. Kalo aku gak ngumpulin tugas, sanksi apa yang bakal aku dapet dari UI yah? Sanksi akademiskah? Disuruh push-up dan melakukan kegiatan ospek kayak biasakah? Bakal dipersulit dalam hal2 tertentu yang belum aku mengertikah? I don't know.
Pasrah..........!

Jumat, 11 Juni 2010

Keluhanku Hari Ini

Huft, perasaan hidupku itu penuh dengan keluhan2 yang gak penting, tapi jujur aku tersiksa karenanya. Jadi aku memutuskan untuk menumpahkan segala macam pikiran negatifku ini ke dalam blogku tercinta. Kasihan banget blogku, jadi tumbal kekesalanku sepanjang hari.

Daftar kekesalan, uneg2, dan keluhanku selama 24 jam terakhir ini :

1. Aku mau ikut tawuran antar kampus dan pihakku yang memenangkannya.

2. Ketemu sama orang yang gak ingin aku kenal di SMS dan dia malah bikin aku marah dengan pernyataannya. Huft, sebel deh!

3. Bawaannya pengen kabur dari kota Palembang ini.

4. Membuat orang2 berantem sama aku.

5. Hukum adalah sesuatu yang bisa bikin aku pusing dan gembira, dilema…

dll.

Udah lah kasian diary digitalku ini, belum bisa nyiksa dia deh.